Gunakan Atntibiotik dengan Bijak

•December 15, 2008 • Leave a Comment

“Kenapa sih, obat antibiotik ini harus tetap diminum? Kan aku sudah sembuh?” kata Hendri pada istrinya. Keluhan seperti itu memang kerap telontar. “Makan obat ‘kan nggak enak,” ujar teman lain.

Akhirnya antiobiotik pun tak dihabiskan. Padahal, bila tidak dihabiskan, kata Dr. Marc Miravitlles, MD, dalam pertemuan dengan wartawan di Singapura beberapa pekan lalu, akan menimbulkan resistensi. Bakteri penyebab infeksi akan makin kebal. Obat (antibiotik) pun harus diganti, dengan dosis yang lebih besar, berkekuatan lebih hebat.

Dokter spesialis dada (paru) asal Spanyol ini menjelaskan, “Sekurang-kurangnya butuh waktu lima sampai tujuh hari buat mematikan bakteri. Obat diminum sehari sekali.”

Dr. Latre Buntaran, Sp.MK, mengingatkan antibiotik itu seperti pisau bermata dua, bakteri bisa mati atau sebaliknya mengganggu keseimbangan flora bakteri. Karena itu, Anda tidak bisa main-main dengan obat ini.
Sayang, dalam beberapa kasus, masih banyak dari kita yang berupaya mengobati diri sendiri.

Ambil contoh Wawan. Flu dan batuk yang tidak jera-jeranya menghantam membuatnya kalang kabut hingga dua minggu.

Karena bingung harus diapakan, sementara obat yang dibelinya di warung tidak mempan, antibiotiklah yang dibelinya. “Apotek mau memberikan, kok, meski tanpa resep dokter,” tutur karyawan sebuah perusahaan penerbitan ini. Dan dalam waktu sehari saja, batuk lenyap dan flu pun sirna. Karena merasa sudah sembuh, antibiotik yang masih tersisa tidak disentuhnya lagi.

Kebiasaan Berbahaya
Kebiasaan seperti ini dianggap berbahaya. Dr. Marc mengakui bahwa tidak setiap dokter memahami setiap jenis infeksi yang terjadi. Kadang dokter menyamaratakan kasus, satu jenis antibiotik digunakan untuk semua jenis infeksi.

Nah, bila dokter saja kerap keliru dan harus memeriksa dengan tepat apa penyebab infeksi, orang awam yang tidak tahu menahu soal infeksi tentu saja tidak selayaknya menentukan sendiri antibiotik yang digunakannya.

Karena itu, dalam memberikan antibiotik, tambah Latre, dokter harus mencari indikasi yang tepat. Keputusan pengobatan yang diambil berdasar keadaan klinis. Contohnya, situasi gawat pada pasien berat dan perlu pengobatan segera seperti pada kasus meningitis, infeksi akibat keracunan.

Keadaan lain, pasien sedang menderita infeksi setempat dan pengobatan harus diberikan dalam waktu 2 jam seperti pada kasus pneumonia, infeksi saluran kemih, atau infeksi saluran empedu. Demikian juga infeksi bakterial yang tidak dapat sembuh sendiri. Sementara menunggu hasil laboratorium, dokter perlu segera memberi pengobatan dengan antibiotik.

“Kebiasaan mengobati sendiri seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di negara lain seperti negara saya, Spanyol, juga demikian,” kata Marc. Yang harus kita pahami, lanjutnya, setiap jenis infeksi disebabkan bakteri tertentu yang berbeda satu sama lain. Tidak semua antibiotik bisa membunuh setiap kuman. Artinya tidak semua jenis infeksi bisa diatasi dengan antibiotik yang sama.

Berkoloni dan Beracun
Pada manusia, antibiotik biasa digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri seperti infeksi mata, kulit, keracunan makanan, pneumonia, meningitis. Antibiotik juga penting untuk perawatan infeksi yang kompleks akibat prosedur medis seperti bedah, terapi kanker, dan transplantasi organ.

Antibiotik termasuk kategori obat yang disebut “antimikrobial”, contohnya penisilin, tetracycline, dan amoxicilin. Obat-obat ini digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri tanpa menyebabkan efek berbahaya bagi tubuh.

Bahayanya, jika bakteri mampu melawan obat-obat ini, mereka akan berkoloni dan mengeluarkan racun serta memperbanyak diri dalam tubuh.

Secara tradisional, antibiotik dibuat dari komponen alami. Banyak organisme termasuk jamur memproduksi substansi yang dapat menghancurkan bakteri penyebab infeksi. Penisilin misalnya, terbuat dari jamur.
Saat ini antibiotik seperti fluoroquinolones sudah bisa dibuat secara sintetis.

Tidak heran bila sekarang tersedia ratusan jenisnya. Tak seperti dulu, ketika jenis antibiotik masih bisa dihitung dengan jari.

Advertisements

Ekstrak Brokoli Teman Kulit Kita

•December 15, 2008 • Leave a Comment

Dijelaskan Dr. Paul Talalay dari Johns Hopkins University, ekstrak biji kecambah brokoli ini dapat mengurangi kemerahan dan kerusakan pada kulit hingga lebih dari sepertiganya. “Tetapi, ini bukan tabir surya,” ucap Talalay, seperti dikutip Reuters. Ekstrak ini hanya membantu membentengi sel kulit untuk melawan efek dari radiasi UV.

Bersama timnya, Talalay melakukan pengujian terhadap enam orang dengan beragam dosis pada beberapa bidang kecil kulit. Bagian tersebut kemudian dipaparkan dengan radiasi UV gelombang pendek yang cukup menyebabkan tingkat terbakar yang bervariasi.

Mereka lantas membandingkan kemerahan pada bagian kulit yang diberi perlakuan dan yang tidak. Pada dosis tertinggi, ekstrak ini mengurangi kemerahan dan bengkak secara rata-rata sebesar 37 persen, dan efeknya jangka panjang. Dua hari setelah perawatan dihentikan, efeknya tetap terlihat.

Efek ini bervariasi secara luas di antara para sukarelawan, perlindungan yang diperoleh mulai dari 8 hingga 78 persen tergantung pada perbedaan genetik. “Apa yang telah kami tunjukkan penting karena hal ini juga bekerja pada manusia,” ujar Talalay. Meski demikian, ia menyarankan tetap diperlukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana sebaiknya hal ini diaplikasikan kepada manusia.

“Tak seperti tabir surya yang memberikan penghalang fisik terhadap sinar UV dengan menyerap, menghambat, atau menyebarkan cahaya, ekstrak ini membantu meningkatkan produksi dari enzim pelindung yang mempertahankan kulit terhadap kerusakan yang berkaitan dengan UV,” sebutnya. Terutama pada orang-orang dengan masalah pada sistem imunitas, seperti pada pasien transplantasi. Namun, tetap saja ekstrak ini tidak menggantikan tabir surya.

Selama 15 tahun, Talalay telah meneliti sulforafane, komponen yang ada dalam ekstrak kecambah brokoli. Hasil studi ini menunjukkan bahwa perkembangan tumor di sejumlah binatang yang diberi bahan penyebab kanker bisa dicegah.

Cegah Naiknya Berat Badan

•December 15, 2008 • Leave a Comment

Ikuti lima aturan sederhana berikut ini:
1. Timbang setiap hari
Tentu Anda bakal merasa depresi jika harus memantau berat badan setiap hari. Padahal kadar hormon yang berubah saja bisa membuat berat badan melambung. Sebenarnya itu menjadi alasan kenapa banyak program pelangsingan tidak menyarankan menimbang badan tiap hari karena bisa bikin Anda frustrasi.
Namun, menurut studi terbaru dari Annals of Behavioral Medicine, seringnya menimbang badan terkait dengan semakin banyak berkurangnya atau sedikitnya kenaikan berat badan. Dengan kata lain, orang yang menimbang setiap hari lebih mudah turun berat badan dan menjaganya dibanding yang kurang sering menimbang. Mengapa? Karena seringnya menimbang itu bikin lebih mudah bagi kita untuk mengoreksi sedikit kenaikan berat badan sebelum kenaikan itu menjadi berlebihan.

2. Bikin rancangan menu
Ketika sedang berdiet, Anda merencanakan dengan baik makanan saat sarapan, makan siang, kudapan, dan makan malam. Setelah berat badan idaman tercapai, apakah perlu juga ketat menjaga pola makan? Tentu saja! Jika Anda kembali ke pola makan sebelum berdiet, kemungkinan terjadi kenaikan berat badan kembali. Perhitungkan dengan seksama kebutuhan kalori Anda sekarang dan buatlah rencana menu makanan yang sehat sesuai dengan kebutuhan Anda.

3. Olahraga
Makan lebih sedikit untuk menurunkan berat badan, berarti membuat tingkat metabolisme tubuh jadi lebih lambat. Ini disebabkan Anda mengonsumsi kalori lebih sedikit untuk menurunkan berat badan. Daripada menurunkan metabolisme tubuh, buang kelebihan kalori dengan olahraga yang bersifat aerobik.

4. Pertahankan pola hidup sehat
Pola hidup sehat itu antara lain berolahraga dan menjaga pola makan sehat. Kedua hal ini jika dilakukan dengan benar bisa menurunkan berat badan. Jangan tinggalkan kedua hal ini meskipun berat badan sudah turun. Jika biasa minum multivitamin ketika berdiet, tetap pertahankan itu. Jangan pula tinggalkan kebiasaan minum 8 gelas air putih setiap hari.

5. Definisikan kembali makna hidup normal
Banyak orang berharap mereka bakal tidak lagi mengatur pola makan sehat dan kembali makan “normal”. Artinya, mereka bebas makan apa saja sesuka mereka. Faktanya, Anda bakal kembali gemuk jika kembali bebas makan apa saja sesuka hati. Jadi bagaimana menjaga berat badan sehat tanpa merasa sedang berdiet? Caranya, ciptakan situasi kebiasaan “normal” baru seperti olahraga teratur, memilih makanan sehat saja, membatasi cokelat, puding, permen, dan roti manis, misalnya. Seiring berjalannya waktu, Anda akan merasa sehat dan tak masalah memiliki pola makan baru ini tanpa merasa sedang berdiet.

Hidup Sehat Penderita Diabetes

•December 15, 2008 • Leave a Comment

Menurut survei Badan Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menduduki peringkat keempat terbesar jumlah penyandang diabetes. Jumlah itu mencapai 8,6% dari total penduduk dan diperkirakan akan terus bertambah bila tidak dilakukan perubahan gaya hidup.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai yaitu sering kencing, sering haus, sering lapar, dan beberapa gejala tidak spesifik seperti badan lemah, kesemutan, penglihatan kabur, gatal, disfungsi ereksi pada pria atau gatal-gatal di sekitar kemaluan pada wanita.

Skrining penting dilakukan terutama bagi mereka yang berisiko tinggi seperti riwayat keluarga, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat, hipertensi, dislipidemia atau kadar kolesterol abnormal.

“Kenali tanda-tanda awal diabetes, jangan menipu diri sendiri,” kata Sony, seorang diabetesi.

Pria yang terkena DM sejak 1990 itu mengaku, awalnya tidak ada keluhan apa pun, termasuk saat terdeteksi DM dirinya merasa sehat-sehat saja. Dia mengaku memiliki hobi makan. Mulai fast food dan konsumsi minuman bersoda tak terbatas.

Hobi makan juga sempat dialami Koentjoro (61). Tiga belas tahun lalu, dia mengalami gejala sering lapar sehingga sering makan dalam jumlah banyak.

Juga sering haus dan minum sehingga kerap terbangun untuk kencing di malam hari. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan gula darah puasa 201 mg/dl dan gula darah dua jam setelah makan 364 mg/dl. Artinya, pria kelahiran Blitar ini positif DM.

“Sungguh, saya tidak siap menghadapi musibah itu. Yang muncul kemudian adalah ketakutan, resah gelisah, stres. Sambil berobat ke dokter, saya berusaha menutupi penyakit itu dari orang lain,” ujarnya.

Karena tidak paham betul tentang DM, ketika dokter menyatakan kadar gula darahnya baik, dia langsung merasa sembuh dan berperilaku seperti orang yang tidak terkena DM. Akibatnya, bertahun-tahun kadar gula darahnya berfluktuasi naik-turun.

Kini Koentjoro kian tergugah untuk mencari informasi tentang pengendalian diabetes. Bahkan, bersama Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) RS Marzuki Mahdi Bogor, dia rajin mengampanyekan empat pilar penatalaksanaan diabetes, yakni edukasi, mengatur pola makan, olahraga, dan penggunaan obat secara teratur.

Ubah Gen dengan Pola Hidup Sehat

•December 15, 2008 • Leave a Comment

POLA hidup yang sehat, seperti diet yang tepat serta olah raga teratur, ternyata tidak hanya baik untuk fisik. Lebih dari itu, kebiasaan hidup sehat juga dapat mengubah susunan gen seseorang. Bukan perubahan gen yang jelek, melainkan perubahan yang membantu manusia menyembuhkan berbagai macam penyakit, termasuk kanker. Para ilmuwan di Preventive Medicine Research Institute di Sausalito, California, Amerika Serikat, belum lama ini berhasil membuktikan fenomena tersebut. Ilmuwan yang dipimpin Dr. Dean Ornish dalam laporannya di Proceedings of the National Academy of Sciences mengungkapkan, terjadi sekitar 500 perubahan gen pada orang yang mempunyai pola hidup sehat. “Perubahan itu termasuk 48 gen yang hidup dan 453 gen yang mati.Gen yang hidup adalah gen yang dapat mencegah penyakit. Sementara gen yang mati merupakan gen pemicu penyakit, termasuk penyakit kanker payudara dan kanker prostat,” kata Dr Dean. Guna membuktikan temuannya itu, Dr Dean mengaku telah melakukan penelitian terhadap 30 pria dengan risiko rendah terjangkit kanker yang menolak menjalani perawatan medis konvensional untuk mengobati kanker prostat. Hal ini sengaja untuk mengetahui biopsi pada diri seseorang sebelum dan sesudah melakukan perubahan pola hidup sehat. Selama tiga bulan, para pria itu melakukan perubahan pola hidup yang cukup drastis, termasuk diet dengan memakan buah-buahan, sayuran, kedelai, dan biji-bijian. Mereka juga melakukan berbagai aktivitas olah raga tingkat menengah seperti jalan kaki selama setengah jam per hari. Sebagai penyempurna, para pria itu diminta melakukan satu jam relaksasi atau meditasi. “Seperti yang sudah diduga sebelumnya, para pria itu mengalami penurunan berat badan ke tingkat yang ideal, penurunan tekanan darah, serta menunjukkan tanda-tanda tubuh sehat lainnya,” ujar Dr. Dean dalam tulisannya. Dr. Dean juga menegaskan, temuannya adalah bukti nyata bahwa penyakit kanker memang berhubungan dengan gen dan hal itu berhubungan dengan pola hidup sehat. “Banyak orang mengatakan penyakit mereka datang karena gen yang dimiliki. Sekarang Anda tahu apa yang seharusnya Anda lakukan,” ujar Dr. Dean yang juga berafiliasi dengan University of California, San Francisco.

10 Pola Hidup Sehat

•December 15, 2008 • Leave a Comment

Umumnya, kebanyakan orang sadar harus memiliki pola yang seimbang dalam hidup. Mengkomsumsi buah dan sayuran merupakan salah satu cara sehat. Namun berdasarkan hasil riset laboratorium hanya beberapa yang benar-benar memberikan keuntungan bagi kesehatan. Di antaranya adalah:

1. Komsumsi buah atau sayuran yang berwarna kuning atau oranye. Riset menunjukkan buah dan sayuran yang mengandung beta carotene bisa terhindar dari sejumlah kanker dan serangan jantung.

2. Jika Anda menderita diabetes, komsumsi Vitamin C karena menelan 1.000 miligram vitamin ini per hari selama 4 bulan bisa berpengaruh terdapat kadar kolesterol LD, triglycerides dan insulin.

3. Gemarilah tomat karena memiliki caretonoid yang tinggi. Studi terhadap 88 biarawati yang berusia 77 – 98 tahun menunjukkan level lycopene yang tinggi daalam darah bisa turun dengan bantuan carotenoid. Dalam penelitian terbaru, orang yang mengkomsumsi tomat setiap hari, memiliki risiko rendah terserang kanker prostat dan usus besar.

4. Sering-sering memakan strawberry karena memiliki antioksidan karena buah ini mengandung vitamin C dan E, carotenoid, flavonoid dan beberapa lainnya.

5. Pilih buah-buahan segar setia hari karena berdasarkan penelitian di Inggris, ternyata bisa mengurangi kemungkinan terkena serangan jantung, stroke dan penyakit lainnya yang berbahaya.

6. Tambahkan kismis dalam cemilan Anda. Efek yang sama juga diperoleh jika mengkomsumsi anggur. Sekitar 1,5 ons kismis sama dengan satu cangkir anggur.

7. Jangan biarkan anak-anak Anda mengkonsumsi jus vitamin C terlalu banyak. Berikan hanya satu gelas setiap hari. Vitamin C tak banyak mengandung protein, lemak dan berbagai nutrisi yang dibutuhkan anak-anak. Kalorinya juga lebih rendah daripada susu dan makanan lainnya.

8. Jangan hindari bioflavoniodBioflavonoid ternyata bisa menetralisir koleterol LDL dan mengurangi kecenderungan sel darah merah bergumpal dan menutup arteri. Bioflavoniod banyak ditemukan di hampir semua tanaman, termasuk buah dan sayuran.

9. Vitamin C bisa mencegah kanker mulut, tenggorokan, lambung dan usus yang disebabkan adanya pengawet dalam sejumlah makanan. Selain itu vitamin C juga mempertahankan sistem kekebalan tubuh.

10. Makanlah lima porsi sayur dan buahan dalam sehari. Tampaknya sulit namun sebenarnya bisa dimulai dengan pisang dan jeruk saat sarapan pagi. Kemudian, temukan buah-buahan dalam berbagai olahan.

Live Blood Analysis

•December 15, 2008 • Leave a Comment

Untuk memperoleh hasil pemeriksaan Live Blood Analysis yang normal dan bagus mulailah dari sekarang untuk mengubah pola hidup modern dengan pola hidup sehat, dengan mengutamakan makanan, minuman sehat, olahraga teratur yang disesuaikan dengan umur, istirahat yang cukup dan berkualitas. Karena kesehatan itu sangat penting, maka kita harus mengerti benar bagaimana terjadinya sakit. Sakit disebabkan banyak hal.

Yang tersering penyebabnya adalah terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak, kolesterol tinggi, kalori tinggi sehingga menumpuk didalam usus, menumpuk di pembuluh darah serta menempel di dinding saluran makanan sehingga menyebabkan penyempitan dan tersumbatnya pembuluh darah sehingga menghalangi penyerapan makanan yang cukup.

Penyebab lain adalah kurangnya mengkonsumsi makanan dan nutrisi yang bergizi. Apalagi kita hidup di zaman modern yang selalu dihadapkan dengan semua hal yang instant termasuk makanan instant, sehingga menyebabkan sel-sel tubuh menjadi tidak sehat,lemas dan regenerasi sel tubuh yang tidak segera terganti oleh karena itu akan menyebabkan daya tahan tubuh berkurang, imunitas menurun sehingga bakteri, virus dan sumber penyakit lain gampang berkembang dalam tubuh, membuat darah menjadi asam dan menyebabkan manusia sakit. Lihat lebih detail pada Pola Makan Sehat.

Perlu disadari, manusia sakit akibat senggaja melanggar hukum alam, lalai atas tanggung jawab kesehatan, lalai mengikuti hukum kesehatan, tidak mau tahu tentang info sehat dan tidak perduli akan nutrisi tambahan yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh manusia di abad modern ini. Yang sebenarnya sangat dibutuhkan untuk mengimbangi kondisi lingkungan dan pola hidup buruk yang penuh radical bebas atau racun.

Sedikit mengenai Radical Bebas, radical bebas adalah molekul atau atom yang elektronnya tidak memiliki pasangan , elektron ini mengitari orbit, sehingga terbentuk efek magnet untuk mencari pasangannya. Kemudian radical bebas ini akan berkaitan dengan molekul sekitar dan akan menyerang sel-sel yang sehat. Oleh karena itulah radical bebas akan menyebabkan kerusakan sel. Radical bebas sebenarnya bukanlah musuh bagi makhluk hidup, dia merupakan oksigen radical alami yang berupa zat kimia yang ada pada tumbuhan, hewan dan manusia yang sebenarnya radical bebas ini diproduksi di sel darah putih yang sangat berperan untuk melindungi tubuh dari virus, bakteria maupun benda asing.

Radical bebas akan menjadi musuh bila produksi radical bebas yang berlebihan didukung oleh factor kebiasaan hidup manusia modern, keseimbangan tubuh kita yang rapuh & kondisi alam yang memprihatinkan, Seperti :

1. Lapisan ozon yang menipis sehingga menyebabkan sinar UV ke bumi meningkat.

2. Radiasiyang disebabkan antara lain karena kebocoran reaktor nuklir dan foto rongent.

3. Zat-zat kimia yang berasal dari pertanian dan insektisida, obat-obatan kimia serta senyawa chloride dan nitrogen.

4. Makanan olahan dan makanan dengan zat warna , perasa buatan, pemanis buatan dan pengawetan dengan zat-zat tertentu.

Oleh karena itu Agar tubuh tidak dipenuhi oleh racun dan toxin yang dapat mengganggu kualitas darah dan kesehatan diharapkan :

1. Mengkonsumsi beberapa antioksidan utama

2. Olah raga dengan intensitas rendah sesuai dengan umur.

3. Pola makan

4. Perbaikan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman sesuai pH

tubuh.

5. Mengatur diet dan cara masak yang benar agar antioksidan dalam

makanan tidak hilang.

6. Perbaikan Pola Hidup dengan Detoksifikasi

Mengkombinasi beberapa antioksidan utama.

Antioksidan adalah suplemen atau bahan kimia yang digunakan untuk menetralisir sisa-sisa proses oksidasi dalam tubuh manusia sehingga bahan itu mampu melumpuhkan radical bebas.

Antioksidan ada yang berasal dari dalam tubuh kita sendiri yaitu Enzim SOD ( Superoksiddismutase ), Glutation Peroksidase dan katalase. Enzim-enzim antioksidan alami ini sudah dapat diperiksa kadarnya dalam tubuh di laboratorium.

Kemudian antioksidan yang berasal dari luar tubuh manusia yaitu yang di dapat dengan cara memasukkan secara langsung ke dalam tubuh.

Yang terpenting adalah vitamin A, C, E dan beta caroten, yang apabila digunakan secara bersamaan akan memiliki daya antioksidan yang jauh lebih kuat daripada digunakan sendiri-sendiri. Alangkah baiknya jika antioksidan yang digunakan berasal dari makanan alami seperti buah berry, anggur, tomat, green tea, garlic ( bawang putih ), curcummin yang berasal dari temulawak. Beta caroten ditemukan dalam sayuran berwarna merah/ orange/ kuning dan buah-buahan yang dimakan mentah. Vitamin E ditemukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian dan minyak dari kacang-kacangan atau biji-bijian. Semangka buahnya tinggi beta caroten dan vitamin C sedangkan bijinya tinggi vitamin E dan mineral antioksidan yaitu seng dan selenium. Antioksidan non essensial ditemukan pada hampir semua jenis buah-buahan dan sayur-sayuran seperti jeruk, chery, anggur, pepaya, melon,tomat, nanas, strawbery, cabai hijau, dll.

Dapat disimpulkan antioksidan yang berasal dari sumber alami yang terpenting :

Vit. A terdapat pada Wortel, Mangga, Cabai, Labu Kuning, Jeruk, Tomat, Melon, Plum,Apricot, Bayam, Lettuce, Kacang Kedelai.

Vit. C terdapat pada Jambu, Cabai Merah, Brocoli, Sayuran Hijau, buah Kiwi, Citrus, Kubis, Lychee, Pepaya, strawberi.

Vit. E terdapat pada Minyak Wijen, Minyak Bunga matahari, Biji Bunga Almonds, Wheat Germ Oil, Minyak Jagung, spirulina, kemiri.

ZINC terdapat pada Minyak Ikan, Minyak bunga Matahari, Susu, Daging Merah, Kacang Brazil, Hati, Kepiting, Kerang, Makanan laut dan brokoli.

Selenium terdapat pada Telur, Seafood, Daging, Zat, Wheat Germ, garlic, orange juice, roti gandum dan beras merah.

Olah raga dengan intensitas rendah sesuai dengan umur.

Pengukuran olah raga yang cocok untuk tiap-tiap umur dapat dinilai dengan rumusan :

Olah raga dengan intensitas 3 – 5x/minggu

Lamanya latihan olahraga 45 – 60 menit

Contohnya : Wanita usia 50 tahun, angka batas denyut nadi maksimalnya adalah 220 – 50 x 0,70 = 119 kali permenit. Normal denyut nadi dewasa adalah 60 – 90 kali per menit. Anak-anak sedikit lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Dari perhitungan tersebut dapat disimpulakan bahwa olah raga yang terbaik untuk usia 50 tahun keatas adalah bukan olah raga berat, tetapi cukup jalan cepat, sepedah statis atau berenang.

Mengapa perhitungan ini penting diperhatikan? karena Olah raga yang berlebihan pada setiap umur akan menyebabkan oksigen berlebihan akan masuk kedalam tubuh, oksigen sendiri adalah merupakan salah satu sumber radikal bebas, jumlah radikal bebas akan terbentuk melebihi kemampuan system pertahanan tubuh, maka molekul pemberontak tambahan yang tidak dapat dicegah ini, lalu menyerang membrane sel, sehingga terjadi kerusakan pada sel-sel tubuh yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit.

Olah raga yang disarankan adalah jalan cepat, jogging, berenang dan bersepeda statis, olah raga ini dapat meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti enzim superoksid dismutase, glutation peroksidase dan katalase untuk mencegah kerja setiap radikal bebas yang merusak.

Pola makan

Sebaiknya makan dengan cara menyesuaikan dengan jam biologi tubuh. Yaitu pada jam 04.00 pagi – 12.00 siang merupakan jam dimana tubuh sedang membuang racun oleh karena itu sebaiknya mengkonsumsi makanan tanpa diolah atau mentah seperti buah-buahan, agar enzimnya tetap bertahan sehingga tidak perlu menggunakan enzim metabolisme tubuh untuk mencerna makanan. Dimana enzim metabolisme ini merupakan enzim yang sangat penting untuk membangun kembali tubuh, dan jika dipergunakan terus menerus dapat menyebabkan defisiensi. Jika belum terbiasa dengan makanan tidak diolah, sebaiknya mengkonsumsi makanan yang mudah dicerna.

Pada jam 12 siang – jam 20.00 malam merupakan waktunya makan. Tetapi ada polanya yaitu sebaiknya makanan sumber protein hewani tidak boleh dimakan bersamaan dengan makanan sumber karbohidrat. Kacang-kacangan, biji-bijian serta buah kering juga tidak boleh dimakan bersamaan dengan sumber protein hewani ataupun dengan sumber karbohidrat. Makanan sumber protein hewani, makanan sumber karbohidrat dan kacang-kacangan/ biji-bijian/ buah kering hanya boleh dimakan bersama dengan sayuran mentah. Sebaiknya buah dimakan tidak bersamaan dengan makanan lain. Daging dan ikan termasuk dalam kelompok makanan pembentuk asam, sehingga sebaiknya dimakan paling banyak 20% saja dan 80% sebaiknya dikonsumsi makanan pembentuk basa yaitu buah-buahan dan sayuran.

Pada jam 20.00 malam – 04.00 pagi merupakan waktunya tubuh untuk menyerap makanan. Oleh karena itu hentikan makanan berat pada jam ini. Jika perut terasa lapar sebaiknya makanlah buah-buahan karena waktu mencerna buah-buahan hanya 20-30 menit.

Usahakan setiap hari untuk buang air besar, apalagi jika makanan yang dikonsumsi bukan makanan sehat seperti daging, karena sisa daging, ikan atau makanan lain yang sulit dicerna dapat bertahan dalam perut 2-6 hari, bahkan dapat melekat didinding usus selama bertahun-tahun, sehingga sisa-sisa yang melekat itu dapat melepaskan racun kedalam darah selama 24 jam setiap hari dan menyebabkan penumpukan racun dalam darah. Jika kita buang air besar 2x sehari, maka akan terhindar dari cacingan karena sebelum telur cacing yang masuk kedalam perut karena mungkin berasal dari sayuran atau buah-buahan mentah, belum sempat menetas sudah dikeluarkan dari dalam tubuh.

Perbaikan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman sesuai pH tubuh.Left-Right Arrow: Very acid Neutral Very alkaline

Sangat asam Netral Sangat alkalin

pH 1.0 pH 7.0 pH 14.0

pH Darah

7.35 – 7.45

Sakit / tidak sehat SEHAT Sangat Sehat

ASAM

NETRAL

BASA / ALKALI

pH

3.5

pH

4.5

pH

6.0

pH

7.0

pH

8.0

pH

9.5

pH10

Kunig telur

Telur

Beras

Arak

Wiski

Soft drink

Ayam

Ikan

Belut

gula

Daging merah

Cumi

Keju

Roti

Susu/air

Tahu

Bawang

Jamur

Timun

Ubi

kentang

Terung

Kubis

Lobak

Apel

pisang

Bayam

Rumput laut

Air alkaline

Keseimbangan asam basa dalam tubuh sangat mempengaruhi metabolisme tubuh, dan ini menjadi factor terpenting dalam kesehatan. Kadar keasaman atau pH dalam darah normal antara 7.3 – 7.5, jadi sedikit lebih alkali, sedangkan pH netral = 7.0

Untuk mendapatkan kesehatan optimal, darah seharusnya netral atau lebih alkali ( basa ). Perbandingan asam alkali dalam sel yaitu asam 20% dan basa / alkali 80%. Manusia memiliki saluran darah sepanjang 960.000 Km atau 2 ½ kali keliling bumi, sel tubuh berjumlah 60 Trilyun, dimana setiap 1 sel tubuh dikelilingi oleh 70.000 molekul air, karena memang tubuh manusia 70 % terdiri dari air. Sudah pasti sel yang sehat hidup pada kondisi alkali / basa, sedangkan sel yang sakit sudah pasti karena kondisi yang asam dan menyebabkan sel itu menjadi mati. Kematian dan penumpukan sel-sel yang mati akan menyebabkan tubuh akan mengalami gangguan kesehatan, sedangkan sel yang masih hidup dalam lingkungan asam akan tetap bertahan hidup dengan jalan mengubah diri menjadi abnormal. Sel ini akan membelah diri tanpa kontrol sehingga berubah menjadi sel kanker. Pasien kanker dalam stadium lanjut, tubuhnya akan mulai memproduksi amonia sebagai reaksi kimiawi untuk melawan lingkungan asam tubuh, sehingga pasien kanker sering mengeluarkan bau yang tidak sedap. Tapi kondisi ini dapat diatasi jika lingkungan tubuh jita bersifat basa/alkali.

Tubuh kita cenderung menjadi asam antara lain karena dominasi makanan dan minuman yang bersifat asam, sisa-sisa pembakaran tubuh yang tidak terbuang dengan baik, pemasukan bahan kimia, zat pengawet, logam berat yang sengaja atau tidak sengaja masuk kedalam tubuh, serta kondisi stress dan pola hidup yang buruk akan memicu peningkatan asam dalam darah dan tubuh. Oleh karena itu kita wajib memahami perbedaan makanan bersifat asam dan pembentuk asam.

Makanan pembentuk asam yang memiliki nilai kalori tinggi yaitu daging, ikan , keju, roti, sereal, kacang-kacangan. Makanan pembentuk alkali termasuk buah-buahan, sayuran, umbi-umbian, tahu, bawang, lobak, rumput laut, terung dan lain sebaiknya. Terdapat perbedaan antara makanan pembentuk asam ( acid forming food ) dan makanan yang memiliki rasa asam ( acidic food ). Acidic food yaitu makanan yang memiliki rasa asam atau asam manis, tetapi bisa saja membentuk sifat alkali, sedangkan makanan pembentuk asam bisa saja tidak memiliki rasa asam, tetapi membentuk sifat asam dalam tubuh. Jika dalam tubuh seseorang selama bertahun-tahun menimbun makan dengan makanan bersifat asam atau memasukkan substansi asam kedalam tubuh seperti obat-obatan, alkohol, rokok, softdrinks, gula olahan dan alin sebagainya, maka daya tahan tubuh akan melemah dan rentan terhadap penyakit. Pada dasarnya kondisi asam dapat menyerang sendi, sel-sel tubuh, otot, organ dan kelenjar yang menyebabkan tidak berfungsinya organ dengan baik.

Oleh karena itu seimbangkan tubuh dengan banyak makan sayuran, buah-buahan dan minum air alkali atau ionized water. Air alkali merupakan antioksidan kuat yang menyediakan oksigen berlimpah ke tubuh sehingga akan memberikan energi bagi tubuh. Air alkalin dapat melawan radikal bebas dalam tubuh, menyeimbangkan pH tubuh, membantu mencegah penyakit karena bersifat alkali, merupakan pembersih tubuh enam kali lebih baik dari air biasa. Bergaya hidup bebas dari radical bebas dan racun yaitu dengan menghindari minuman keras, soft drink, merokok, kurang istirahat dan kebiasaan lain yang mengganggu kesehatan. Minuman keras dan soft drink juga tergolong minuman pembentuk asam, dengan pH 2,4 minuman ini akan mempengaruhi asam basa tubuh. Jika kita mengkonsumsi 1 gelas minuman ini untuk menetralkan kembali kita harus mengkonsumsi 30-40 gelas air tawar. Demikian juga halnya dengan merokok, peneliti mengatakan bahwa untuk menghilangkan kadar toxin dari 1 batang rokok, harus meminum 15 gelas air putih. Kalikan saja jika 1 hari merokok 1 bungkus yaitu kira-kira 12 batang berarti harus menghabiskan 12×15 gelas air putih yaitu 1 hari harus minum 180 gelas air putih.

Mengatur pola makan dan cara masak yang benar agar antioksidan dalam makanan tidak rusak.

Yaitu dengan memperhatikan pola makan sehat berupa mengkonsumsi banyak sayuran, buah-buahan, mengurangi makanan berlemak, kalori tinggi, kolesterol tinggi seperti daging merah, santan yang kental, makanan berminyak, makanan berpengawet. Proses penyiapan makanan juga berperan penting untuk ksehatan seperti penambahan zat perasa, penggunaan bahan yang sudah layu, cara pemotongan, perajangan pengirisan, pembilasan serta perendaman yang berlebihan. Cara memasak yang terbaik untuk mempertahankan kandungan antioksidan adalah dengan microwave, kukus dan tumis. Penyimpanan sebaiknya dengan wadah yang kedap udara dalam lemari es dan hindari menyimpan bahan makanan lebih dari 1 minggu.

Perbaikan Pola Hidup dengan Detoksifikasi

Perbaikan pola hidup dan detoksifikasi diharapkan dapat membersihkan tubuh dari toxin-toxin dalam darah atau sisa bahan kimia yang tidak tercerna sehingga dapat mengganggu fungsi metabolisme tubuh. Dengan berfungsinya kembali secara normal metabolisme tubuh, maka lemak secara alamiah akan dibakar oleh tubuh menjadi energi sehingga secara gradual berat badan akan menjadi turun, tubuh akan menjadi bugar, fit, hilang rasa pusing, lesu, tidur menjadi nyenyak, buang air besar lancar, nafas akan menjadi teratur, menghindari penyakit kulit, PMS, selulit, kehilangan gairah, penuaan dini, tumor, demam, flu dan banyak hal lain yang intinya akan membuat kualitas darah dan kualitas hidup anda akan menjadi lebih baik.

Apa itu detoksifikasi ?

DETOXIFIKASI adalah proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Pembersihan & detoksifikasi meningkatkan proses alamiah pengeluaran toxin dan menetralisir toxin dari dalam darah dan tubuh. Organ vital yang menjadi target dalam pembersihan racun yang efektif adalah usus besar, hati, ginjal, paru-paru dan kelenjar keringat.

Bagaimana racun / toksin terbentuk dalam darah dan tubuh ?

Toxin / racun masuk kedalam tubuh manusia bisa berasal dari beberapa aspek :

1. Bisa berasal dari udara, kimia seperti pestisida, zat / makanan aditif, logam berat pada air, kimia industri, residu obat-obat farmasi, ampas dari makanan yang kita makan dan makanan yang tidak tercerna.

2. Selain itu emosi dan fikiran negatif juga merupakan racun bagi sel-sel tubuh. Stress mengubah keadaan tubuh, dari normal menjadi tidak normal. Berada di bawah stress akan menempatkan tubuh dalam modus ’lawan atau lari’ ( fight or flight ). Maksudnya adalah Tubuh bereaksi terhadap stres dengan mengirim sebuah hormon yang disebut adrenalin ke tungkai kaki ( sehingga bisa lari ) atau ke otot-otot pundak dan bagian dada atas ( sehingga bisa melawan secara fisik ). Ini sangat bermanfaat bagi leluhur kita yang tinggal digua-gua, yang masalahnya bukan deadline, traffic jam, tetapi untuk berburu makanan atau diterkam binatang di hutan. Mereka menggunakan pasokan adrenalin ini dengan cepat dan sampai habis. Sedangkan sekarang ini, karena pemicu stress berbeda, kita berada dalam keadaan siaga untuk waktu yang lama. Jika ini berlanjut tanpa istirahat, maka dampaknya akan merusak tubuh. Mengapa ? karena pada saat stress terjadi, tubuh membutuhkan semua sumber dayanyan agar semua sisitem tubuh untuk melambat atau berhenti sementara. Misalnya darah akan ditarik menjauh dari sistem pencernaan untuk dikirim ke otot-otot, sehingga siap melakukan tindakan fisik. Usus dikosongkan, denyut jantung meningkat, tekanan darah meningkat, keringat keluar, pupil melebar, mulut mengering karena tidak membutuhkan makanan. Inilah tandanya proses pencernaan dasar serta penyerapan makanan dan gizi untuk perbaikan dan pemeliharaan berubah fungsi demi mempertahankan diri. Sehingga bila dalam keadaan stress yang berkepanjangan mengakibatkan makanan tidak tercerna sempurna. Dengan demikian pengeluaran racun oleh tubuh menjadi lamban serta pemrosesan produk sisa di dalam tubuh tidak efesien. Semua ini menyebabkan tubuh kelebihan timbunan beban sampah dan racun, yang tidak ditanggulangi dengan segera, akan terus menumpuk setiap kali kita terkena stress selanjutnya.

3. Toksin juga diproduksi secara alamiah oleh tubuh kita sendiri. Ini merupakan proses metabolisme sehingga tidak dapat kita hindari. Setiap hari didalam tubuh terjadi pembelahan sel-sel baru, sementara itu sel-sel yang sudah tua akan menjadi aus, mati & menjadi ampas / sampah. Semua sampah atau zat yang tidak diperlukan tubuh akan diperlakukan sebagai racun / toksin atau penyakit. Sesudah terkena penyakit atau cedera, secara alami tubuh membuang jaringan yang mati / jaringan parut. Tubuh juga memproses dan membuang semua kelebihan cairan yang tidak diperlukan lagi.

Efek dari penimbunan racun yang tidak terbuang dari dalam darah dan tubuh :

Dalam kondisi normal sampah / ampas akan dikeluarkan secara teratur setiap hari melalui sistem pembuangan tubuh. Tetapi buang air besar setiap hari bukan jaminan bahwa proses pembuangan kita normal, apalagi bila ada masalah pada sistem pembuangan, pengeluaran ampas menjadi tidak optimal dan toksin mulai merusak jaringan organ-organ vital, maka timbulah penyakit dan kondisi racun berlebihan di dalam darah dan tubuh (toxicity). Toxicity ini sangat erat hubungannya dengan kelelahan tanpa sebab, penuaan dini, menyebabkan penyakit degenerative ( liver, jantung, diabetes, kanker dsb.) dan menurunkan serta memporak-porandakan sistem kekebalan tubuh. Hampir semua masalah kesehatan dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus ( intestinal toxemia ),karena setiap jaringan pada tubuh mendapat makanan dari darah dan darah mendapatkannya dari usus. Setiap zat yang masuk kedalam tubuh akan terserap kedalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya toxin yang berada dalam usus juga akan ikut bersirkulasi bersama aliran darah sampai ke sel-sel tubuh. Toksin inilah yang mengkontribusi terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut dan degeneratif, serta menurunnya tingkat energi dan penuaan dini. Organ tubuh yang sangat penting untuk proses detoksifikasi juga termasuk liver / hati, ginjal dan getah bening. Hati mengambil bahan-bahan yang berpotensi merusak, yang masuk dalam rutinitas harian seperti rokok, alkohol, obat-obatan, racun dan cafein dan memecahnya ke dalam bentuk-bentuk yang bisa dibuang melalui tinja dan air seni. Hati juga mengambil bahan-bahan racun yang dihasilkan oleh tubuh dan mengeluarkannya untuk mencegah keracunan diri. Jika hati bekerja terlalu keras dan tidak efisien, maka akan menimbulkan penyakit seperti penyakit kuning dan batu empedu. Oleh karena itu racun harus dikeluarkan dari dalam tubuh, caranya dengan detoksifikasi.

Mengapa detoksifikasi diperlukan ?

Detoksifikasi sangat dibutuhkan oleh siapa saja walaupun dalam kondisi yang tidak sakit, karena racun pasti banyak tertimbun pada orang-orang yang hidup pada jaman ini. Dimulai dari pola hidup yang buruk, termasuk pola makan dan mungkin pola fikir yang negatif. Salah satu penyebab paling besar terjadinya toxaemia pada usus adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan di masak atau diproses, yaitu makanan-makanan yang sudah tidak memiliki enzim lagi. Juga kebiasaan mengkonsumsi makanan pembentuk acid / asam seperti protein, lemak dan karbohidrat. Sehingga akan menyebabkan darah menjadi acidosis yaitu pH darah atau keasaman dalam darah terlalu tinggi. Acidosis akan mengarah ke peradangan pada berbagai jaringan dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan platelet darah saling melekat satu sama lain atau terbentuknya fibrin-fibrin (serabut -serabut yang terbentuk dari suatu jenis protein dalam tubuh) yang terdapat dalam darah. Serabut-serabut ini yang memberi kesan seolah-olah darah menjadi kental. Serabut ini menyebabkan sirkulasi sel-sel darah terganggu dengan akibat suplai makanan dan oksigen ke sel-sel jaringan tubuh lainnya terhambat. Tubuh kita memiliki enzim-enzim yang diperlukan oleh berbagai fungsi metabolisme dalam tubuh dalam jumlah yang terbatas, termasuk untuk proses pencernaan. Tubuh tidak akan menggunakan enzim-enzim ini jika makanan yang kita makan masih memiliki enzim. Terus menerus menggunakan enzim-enzim tubuh akan menghabiskan energi dan menyebabkan peradangan pada pankreas. Pancreas adalah organ vital yang memproduksi enzim-enzim pencernaan pada usus kecil. Gangguan pada pancreas menyebabkan pencernaan tidak lancar dan tubuh semakin banyak memproduksi sampah / toksin. Usus besar tidak memiliki kemampuan untuk mencerna makanan. Tubuh akan memadatkan makanan yang tidak tercerna kesepanjang dinding usus halus. Secara alami proses ini akan merangsang pengeluaran mukosa ( lendir ) dari sistem imun yang ada pada dinding-dinding usus. Kondisi ini akan menyebabkan konstipasi dan penyumbatan pada saluran usus besar. Setelah beberapa waktu, kotoran ini akan membusuk dan menghasilkan gas beracun. Gas lebih mudah terserap melalui pori-pori halus pada dinding usus, mengalir dalam darah dan masuk ke sel-sel tubuh dan sewaktu waktu dapat menyebabkan penyakit.

Manfaat detoksifikasi :

Pembersihan secara besar-besaran atau detoksifikasi yang dilakukan secara berkala sangat begitu penting bagi tubuh kita. Apalagi kita sebagai manusia modern dengan pola makan yang cenderung menimbulkan ampas / sampah dan acidosis serta makanan yang dapat menyebabkan penyumbatan-penyumbatan pada sistem tubuh. Maka, manfaat detoksifikasi sangat banyak, diantaranya yaitu :

Mengurangi sampah / ampas beracun dalam darah dan tubuh

Tidak ada organisme pembawa penyakit atau virus yang tahan hidup dalam darah & tubuh yang bersih, sehingga detox akan mengembalikan kendali fungsi & keseimbangan alami dalam tubuh, sehingga tubuh sehat kembali.

Meningkatkan daya tahan tubuh

Meningkatkan energi, karena program detox dirancang untuk mengisi bahan bakar pada tubuh dan melatihnya untuk menggunakan sumber daya tersebut secara efisien, sehingga energi tersebut dapat secara maksimal di gunakan oleh organ tubuh untuk melakukan fungsinya dan memperbaiki setiap kerusakan yang sudah terjadi.

Meremajakan sel-sel sehingga kulit pun menjadi bersih, sehat, kencang dan lembut

Menurunkan kelebihan berat badan

Mengecilkan tumor

Menghilangkan peradangan pada kelenjar getah bening

melancarkan sirkulasi darah dan getah bening

menghilangkan gejala penyakit seperti alergi, sakit kepala, kembung dsb

Meningkatkan indra penciuman, perasa & pendengaran

Memperbaiki daya ingat

Memperbaiki kadar gula darah dan tekanan darah

Memperbaiki fungsi liver dan ginjal.

Sangat berperan bagi wanita yang ingin menghilangkan selulit.

membuat fikiran dan hati senang, sehingga akan membuat hubungan dengan orang lain menjadi lebih baik.

Program detoksifikasi yang baik harus dapat :

Menormalkan pH pencernaan

Meringankan beban fungsi enzim di pancreas

melancarkan kerja empedu dan mencairkan cairan empedu

Mengurangi lemak dan penyumbatan pada liver

Membangun flora usus

Melancarkan pembuangan lendir / mukus dan ampas dari dinding usus agar penyerapan makanan menjadi lebih baik

Membuang kotoran yang menyumbat saluran usus dan penyumbatan saluran usus ini dapat menyebabkan kanker usus

Merangsang peristaltik usus agar pembuangan lebih lancar

Membersihkan darah & Membuka pori-pori kulit

Membersihkan saluran kencing dan memperbaiki keseimbangan cairan tubuh

Melancarkan sirkulasi getah bening

Mengeluarkan lendir dari paru-paru serta melancarkan pernafasan

Bagaimana cara detoksifikasi ?

Terapi detoksifikasi paling tua dan sudah ratusan tahun dilakukan oleh manusia adalah puasa. Ada beberapa metode detoksifikasi yang dilakukan orang sekarang. Mulai dari yang alami seperti puasa, juice fasting sampai yang menggunakan suplement herba atau obat-obatan tertentu.

Sumber: docwied.com