Tanggapan 10 Paradoxes

[quoted from : 10 Paradoxes (http://www.apiqquantum.wordpress.com)]

Paradoks 1: Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.

Tanggapan:

Paradoks ini memiliki validitas yang cukup mumpuni untuk dibenarkan. Pada hakikatnya, hal yang mendasari seseorang untuk mengerjakan sesuatu ialah niat. Ketika niat itu mulai tumbuh dalam diri seseorang, maka ia akan mengerjakan ‘sesuatu’ itu dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Seorang yang kreatif akan selalu memiliki kesungguhan dalam setiap pekerjaan yang dilakukan asalkan perkerjaan itu baik untuk diri sendiri dan orang lain. Oleh sebab itu, dengan didasari oleh niat dan kesungguhan yang luar biasa, maka ia akan tampak mengerjakannya dengan energi yang seakan tiada habisnya.

Lebih jauh lagi, dalam ilmu kimia kita mengetahui hukum kesetimbangan kimia yang diidentifikasikan dengan perhitungan Q (Quotient Consentration) dalam setiap reaksi kimia yang terjadi. Jika dianalogikan dengan paradoks diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa orang kreatif yang telah menghabiskan waktunya untuk mengerjakan seluruh pekerjaannya akan dapat tidur dengan nyenyak. Implikasi lanjutnya, ia dapat memperoleh energi yang cukup besar untuk mengerjakan pekerjaan mereka selanjutnya.

Paradoks 2: Creative people tend to be smart yet naive at the same time.

Tanggapan:

Paradoks yang satu ini sangat tepat dengan apa yang disebut dengan kreativitas itu sendiri. Dalam buku Peter Drucker, dijelaskan bahwa kreativitas seseorang dapat timbul dari ‘keliaran’ pikiran manusia itu sendiri. Liar disini berarti seseorang yang kreatif terkadang berpikir mengenai hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan apa yang dikerjakan saat itu atau mengenai apa yang sedang dipikirkan oleh orang lain. Seperti apa yang telah dikatakan oleh Albert Einstein bahwa solusi yang hebat lahir karena adanya pemikiran yang hebat. Dengan kata lain pemikiran yang hebat inilah yang dibutuhkan untuk menjadi kreatif.

Paradoks 3: Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility.

Tanggapan:

Mengacu pada tanggapan sebelumnya bahwa solusi yang hebat timbul karena pemikiran yang hebat. Permainan dan kedisiplinan atau bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab merupakan 2 hal yang harus dikombinasikan secara meneyluruh satu sama lain. Untuk kedua hal ini masing-masing tidak seperti air yang dicampur dengan minyak tetapi layaknya gula yang dicampur ke dalam air sehingga menghasilkan larutan gula yang manis. Maka dari itu, gula diibaratkan seperti permainan dan air merupakan kedisiplinan dan jika kita campur keduanya itu bukan tidak mungkin kita dapat menciptakan sebuah ide baru yang brilian dan belum pernah terpikirkan oleh orang lain. Itulah inti dari KREATIVITAS!

Paradoks 4: Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.

Tanggapan:

Berkaca pada orang yang paling berpengaruh di abad 20, Albert Einstein, merupakan orang yang tidak jarang terlambat saat kuliah dan seringkali ia berlari mengejar bus untuk pergi ke kampusnya. Diceritakan dalam buku ‘Einstein’s Dreams’, suatu ketika ia mengejar bus yang berjalan searah dengannya dan ia berpikir ‘mengapa saya harus berlari lebih cepat daripada bus itu untuk dapat mengejarnya?’ Ketika sampai di dalam bus (yang akhirnya terkejar itu) ia berpikir ‘bagaimana caranya mengejar bus yang jalannya sangat cepat sekali? Lalu apa yang terjadi dengan penumpang di dalamnya ketika bus ini berjalan dengan sangat cepat?’ Pertanyaan ini belum terjawab sampai ia lulus dari kuliahnya. Karena tidak diterima sebagai dosen pengajar di suatu universitas, maka Einstein bekerja di kantor paten yang bertugas memeriksa penelitian-penelitian terbaru yang memerlukan hak paten. Saat itu ia melihat analisis Michelson-Morley yang menyatakan bahwa eter tidak ada sehingga perantara cahaya matahari sampai ke bumi belum diketahui hingga saat itu. Baru setelah itu, Einstein memeriksa dan membuat suatu perumusan baru dalam fisika menggunakan teori Max Planck tentang radiasi benda hitam, yang akhirnya tokoh-tokoh ini merombak hukum-hukum fisika klasik Newton dengan hukum fisika baru yang disebut dengan fisika modern.

Cerita diatas telah menggambarkan betapa imajinasi, fantasi dan realita jika digabungkan akan dapat menghasilkan sesuatu yang sangat sempurna. Teori relativitas Einstein ini telah bertahan lebih dari 1 abad lamanya. Ini menunjukkan validitas yang cukup sempurna untuk sebuah teori fisika. Maka untuk menumbuhkan kreativitas dibutuhkan energi, daya dan pikiran yang memadai untuk mengatasi segala tantangan yang ada di kehidupan nyata.

Paradoks 5: Creative people tend to be both extroverted and introverted.

Tanggapan:

Untuk paradoks yang satu ini diperlukan penelusuran intrinsik dalam diri seseorang. Bagaimana seseorang itu bertindak dalam keadaan yang tertekan dan tidak tertekan? Akan membuktikan bahwa ia dikategorikan sebagai orang kreatif yang mementingkan hal-hal lahiriah dan dirinya sendiri. Karena biasanya orang kreatif sangat mengandalkan dirinya sendiri dan tidak bergantung pada orang lain, sehingga kemungkinan besar kedua sifat ini merupakan satu dari sekian banyak aspek penting yang dimiliki oleh orang-orang yang kreatif.

Paradoks 6: Creative people are humble and proud at the same time.

Tanggapan:

Seperti yang dipaparkan pada tanggapan sebelumnya, orang kreatif sangat mengandalkan kemampuan dirinya sendiri. Karena itu terkadang timbul rasa percaya diri yang berlebihan dalam orang yang kreatif. Rasa percaya diri yang berlebihan inilah yang lahir sebagai kebanggaan pada dirinya sendiri. Tetapi, hal lain yang mendasari seseorang kreatif untuk bersikap rendah hati ialah bahwa ia harus menghormati orang lain. Karena meskipun ia kreatif, ia adalah makhluk sosial di mana tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat hidup sendiri, sehingga ia sadar akan hal yang sedemikian pentingnya.

Paradoks 7: Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.

Tanggapan:

Saat Einstein merumuskan persoalan fisika yang dihadapinya pada masa itu, Einstein berhadapan dengan tokoh-tokoh fisika klasik yang telah menjadi dasar-dasar ilmu fisika di dunia seperti Newton dan Galileo Galilei. Hal ini sangat memberatkan Einstein karena ia harus mengubah pola pikir seluruh rakyat dunia. Tetapi karena ia memiliki landasan yang sangat kuat yang membuktikan bahwa eter tidak ada, maka Einstein menggunakan persamaan Maxwell (yang saat itu merupakan tokoh fisika terkenal dengan teori Maxwell) berhasil membuktikan bahwa cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang memiliki sifat dualisme partikel-gelombang dan merambat dengan kecepatan » 3 x 108 m/s. Inilah yang menyebabkan pandangan-pandangan fisika klasik akhirnya dapat diruntuhkan oleh teori relativitas khusus.

Paradoks 8: Creative people are both rebellious and conservative.

Tanggapan:

Mengacu pada tanggapan sebelumnya, dalam perumusan teori relitivitas khusus Einstein benar-benar membuktikan bahwa paradoks 8 ini sangat jelas kebenarannya. Ia menentang penggunaan perumusan fisika klasik dalam kasus dimana benda bergerak mendekati kecepatan cahaya. Meskipun teori ini dibangun dengan cara konservatif (lihat tanggapan paradoks 4), Einstein berhasil membangun sebuah teori yang sangat baik yang belum terbantahkan hingga saat ini. Luar biasa, Pak Einstein!

Paradoks 9: Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.

Tanggapan:

Paradoks ini berkaitan erat dengan segala karya cipta Leonardo da Vinci yang membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menggubah suatu karya seni yang sangat fantantis. Da Vinci dalam tiap karyanya membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 tahun untuk melukis secara detail apa yang ada di dalam kepalanya (dikutip dari buku How to Think Like Leonardo da Vinci). Karena sebelum ia membuat lukisan da Vinci membuat sketsa-sketsa kasar yang semakin diperlihatkan detil-detilnya hari demi hari sehingga akhirnya tercipta karya seni yang mengundang decak kagum dari seluruh dunia hingga saat ini.

Paradoks 10: Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.

Tanggapan:

Orang kreatif memandang bahwa luka dan derita merupakan bagian dari kemajuan yang akan dinikmati di kemudian hari. Thomas Alfa Edison telah membuka mata dan hati setiap umat manusia dengan penemuan lmpu pijarnya. Dengan begitu banyak kegagalan yang dinikmatinya, akhirnya ia mampu membuat penemuan yang benar-benar membuat seluruh dunia mengagguminya. Karena tanpa adanya lampu pijar mungkin saat ini kita masih bergantung pada lilin dan sinar bintang dan bulan di malam hari. Patut kita ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya untuk semua orang kreatif yang memudahkan hidup kita dan jadikan ini sebagai teladan dalam hidup kita. Salam…

Advertisements

~ by genebrain on December 15, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: