Taman Eden Yang Hilang

Atlantis bukanlah satu-satunya tanah legenda yang sirna di bawah lautan. Dikisahkan pada zaman dahulu kala bahwa terdapat dua benua yang telah hilang seluruhnya tanpa bekas. Keduanya masing-masing jauh lebih besar dari Atlantis dan masing-masing pada suatu saat pada suatu saat pernah disebut sebagai tempat kelahiran umat manusia.

gambar 1
sumber:www.johndyer.info

Nama kedua Taman Eden itu ialah Mu dan Lemuria. Mu terletak di Lautan Pasifik dan luasnya sekitar dua kali luas benua Australia. Sedangkan Lemuria menurut legenda pernah menempati bagian terbesar dari Samudera Hindia dan menghubungkan Afrika dengan Malaysia sekarang.
Teori tentang Mu dikemukakan oleh Kolonel James Churchward pada tahun 1870, yang menyatakan bahwa ketika ia dinas pada satuan tentara Bengal Lancer di India yang pada waktu itu masih di bawah penjajahan Inggris, ia diberitahu tentang adanya benua yang hilang itu oleh padri-padri Hindu (Padri ialah sebutan untuk penatua-penatua dan pengajar agama atau kaum Brahmana). Kepadanya telah ditunjukkan beberapa prasasti batu yang telah hilang pada saat itu. Iapun telah diajari untuk memahami bahasa yang telah dilupakan oleh orang di sekitar daerah itu yang disebut dengan bahasa Naacal. Churchward juga mengatakan bahwa ia juga telah menemukan prasati batu yang identik dengan prasasti yang disebut di atas. Menurut prasasti itu Mu telah lenyap ke dalam laut karena sebuah musibah alam 12000 tahun yang lalu, yang mengakibatkan kematian 64 juta rakyatnya. Hal yang sangat mengherankan bahwa legenda tentang Mu tersebut ditanggapi dengan serius pada saat itu.

gambar 2
sumber:www.blognetnews.com

Suatu kisah lain yang (menurut saya) lebih masuk akal ialah kisah tentang Lemuria. Nama itu diciptakan oleh ahli zoologi Inggris pada abad ke-19, Prof. Philip Sclater. Nama itu berasal dari Lemur yang artinya binatang sejenis kera tetapi bermuka seperti luwak dan berambut tebal. Binatang ini mencari mangsanya pada malam hari dan terutama ditemukan di Madagaskar. Terdapatnya fosil Lemur dan fosil binatang-binatang lainnya, baik yang ada di Afrika maupun di Malaysia itulah yang menyebabkan Sclater mempercayai legenda tentang adanya benua yang hilang di Lautan Hindia. Di antara banyak pendukung teori ini, terdapat ahli biologi terkenal Ernst Hackel dan ahli teori evolusi Thomas Huxley.
Ada sebuah legenda lagi tentang Lyonesse. Lyonesse adalah tanah yang letaknya berhadapan dengan pantai Barat Daya Inggris. Katanya tanah tersebut pernah dikunjungi oleh Raja Arthur dan para ksatrianya. William of Worcester pencatat sejarah pada abad ke-15 menemukan naskah-naskah biara yang mengatakan bahwa “Seratus empat puluh gereja paroki pada masa itu terbenam di bawah air yang terletak antara Cornwall dan pulau-pulau Scilly.”

gambar 3
sumber:www.biblesolution.org

Menurut masyarakat setempat, tanah itu telah terbenam ke dalam laut dalam waktu satu hari. Hukuman yang keras ini, demikian kata sahibul hikayat, dijatuhkan oleh tukang sihir Merlin untuk menghukum Modred, seorang ksatria Raja Arthur yang berkhianat termasuk para anggotanya yang ingin mengadakan pemberontakan.
Jadi, adakah Taman Eden sesungguhnya pada zaman dahulu kala? Ataukah ini hanya sekedar rekaan imajinasi belaka yang tak beralasan? Tapi sesungguhnya kedamaian dalam kisah Taman Eden dapat terjadi dalam hidup kita setiap hari, jika ada ketulusan dalam hati, pikiran dan perbuatan setiap orang.

Advertisements

~ by genebrain on September 10, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: